Rabu, 28 Oktober 2009

Mutiara Kata "Air Mata"

Air mata rakyat adalah; kumpulan yang terus saja menumpuk dari waktu-kewaktu.

Air mata ayah-ibu adalah kumpulan dari harapan yang ia curahkan bukan dengan kata-kata, melainkan perasaan kasih yang tak terbahasakan.

Air mata pemimpin adalah kumpulan dari segala sesal atas ketiak mampuannya dalam mengayomi masyarakatnya.

Air mata pemuda adalah kumpulan dari harap dan cita yang terus saja tertunda dan tertunda.
Al-kausar 58, 14-juni-2009

Jumat, 16 Oktober 2009

Rapuhnya Nasionalisme Kita

Oleh; Sam-ka
Berdirinya Indonesia ditopang oleh; budaya, etnis, suku, bahasa, ras, dan agama yang beragam. Mencermati kondisi yang ada saat itu, maka para founding fathers menetapkan Pancasila sebagai landasan ideologi dan perekat dalam berbangsa/bernegara, agar pertalian itu tetap erat dan merekat maka ditumbuhkanlah rasa cinta (Nasionalisme). Dengan harapan, rasa itu mampu berfungsi sebagai jembatan atas segala perbedaan dan keragaman yang ada, secara adil dan tentunya secara damai pula.

Sejak berdirinya bangsa/negara Indonesia hingga sekarang, beragam tantangan, hambatan, dan bahkan hantaman langsung terhadap tali perekat itu datang silih berganti. Dunia kesejarahan Indonesia mencatat berbagai konflik kelam, bagaimanapun kita generasi sekarang sangat menyayangkan adanya komplik-komplik tersebut. Namun dibalik dari itu semua, ada pelajaran penting yang seharusnya mampu kita garis bawahi secara menonjol, sehingga pelajaran itu tidak terus-terusan berlalu dan terlewatkan begitu saja.

Akar Nasionalisme Kita Hendak Membusuk!
Nasionalisme (Rasa memiliki/Cinta tanah air) merupakan ekspresi suatu individu, kelompok, dan segala elemen yang ada dalam suatu kesatuan bangsa/negara.

Mengapa rasa cinta itu muncul? Atau begini saja, mengapa ketertarikan setiap orang berbeda-beda terhadap benda-benda materi maupun non-materi yang ada disekelilingnya?. Ada yang amat cinta kepada boneka dikamar tidurnya sehinnga setiap mau tidur harus didampingi oleh boneka tersebut. Ada yang amat cinta pada motor, tiap hari terus saja dilap sampai mengkilat. Atau seorang pencinta sejati rela menaklukkan hujan, rela kuyup diguyur hujan, dan rela menderita flu demi cinta sejatinya.

Oleh karena ini adalah persoalan rasa, maka rasa itu kadang kurang dan kadang berlebih. Jika seorang pecinta tadi memiliki rasa yang terlalu berlebihan pada pasangannya maka psikologi sebagai disiplin ilmu menyebutnya posesif. Jika kurang, maka disebut tidak perhatian (careless). Hal seperti itu juga dapat saja terjadi pada sikap nasionalisme yang dianut masyarakat Indonesia saat ini. Paham persatuan, ideologi Pancasila sebagai perekat, dan tentunya nasionalisme itu sendiri dapat saja digantikan oleh semangat individualisme, partikularisme, dan semangat desintegrasi. Terlebih lagi bangsa indonesia sangatlah heterogen dan teritorinya terdiri dari ribuan pulau.

Sabtu, 26 September 2009

Mutiara Kata "Hukum"


Hukum


Hukum yang terlalu tinggi dan tidak merakyat, secara otomatis akan menciptakan sendiri para pelanggarnya.

Melanggar akibat tidak memiliki kemampuan, kuasa, dan pilihan.

Masyarakat kecil adalah umumnya dari kelompok ini, sedangkan yang kaya memiliki asumsi hukum tersendiri. Uang mampu menebus segala kesalahan.

Sedangkan Hukum sendiri baru berlaku jika ada asumsi. Asumsi praduga bersalah (pidana-perdata) yang dibuktikan didepan pengadilan.

Kebanyakan orang yang dipaksa oleh kenyataan hidup cenderung melupakan usumsi-asumsi hukum. Selama kondisi seperti itu tidak dapat dieliminasi, maka orang-orang terhukum akan terus bermunculan.

Surabaya 21-juni-09

Jumat, 25 September 2009

Akses Internet dan Targetan 2010



Sepatutnya pemerintah dan swasta melakukan suatu kerjasama yang lebih terpadu dan ter-integrasi dalam mewujudkan proyek internet masuk desa.


Pemerintah tampaknya sangat serius untuk mengajak masyarakatnya melek internet. Dana sebesar Rp1,4 triliun, (Berdasarkan data Depkominfo) dialokasikan khusus untuk mendukung program jaringan internet masuk desa. Dengan targetan program tersebut tuntas pada 2010. Meski untuk kawasan Indonesia Timur belum cukup terintegrasi secara memadai dalam program ini.

Meski begitu, ini adalah awal yang baik. Tentunya selama satu tahun kedepan kawasan barat Indonesia telah selesai garapannya dan pada tahun berikutnya, konsentrasi dapat dialihkan pada kawasan timur yang miskin infrastruktur.

Sementara itu, pesatnya perkembangan layanan internet pada operator seluler semakin menyajikan suatu kenyataan yang amat menjanjikan. Wacana dan isu konvergensi IT dan Telekomunikasi rasanya belumlah lama digulirkan dan masih sangat hangat untuk diperbincangkan. Tanpa dinanya, tau-tau kenyataan itu datang begitu saja mempertontonkan kecanggihannya. Transfer data, audio, video telah dapat dilakukan dengan satu alat saja. Simple, prektis, mobile, dan tentunya murah.

Getol meluncurkan produk berbasis transfer, share, dan interaktif. Operator-operator seluler semakin menunjukkan keseriusannya dalam menggarap visi konvergensi teknologi. Apalagi fendor-fendor elektronik semakin tergiring kedalam suatu persaingan yang kian kopetitif. Tentunya harapan dari kesemua itu adalah masyarakat semakin melek teknologi, punya akses informasi, serta produktifitas yang semakin meningkat dengan adanya akses informasi yang memadai.

Asuransi, Barang Seperti Apakah Itu?

Apa asuransi itu?
Secara sederhana ialah; Sistem meminimalkan resiko kehilangan, kerusakan, dan kerugian atas harta-benda akibat faktor-faktor tak terduga dengan cara menyalurkan resiko tersebut dari seseorang atau badan kepada pihak lain (pengelola asuransi).

Jenis Asuransi
1)Asuransi Umum; asuransi rumah, kendaraan, pabrik, kapal, dsb
2)Asuransi Jiwa; berhubungan dengan jiwa, termasuk di dalamnya asuransi kesehatan, persiapan pensiun, asuransi kecelakaan, asuransi pendidikan, dll. Asuransi Jiwa dibagi menjadi dua: (1) Asuransi Tradisional (2) Asuransi UnitLink

Komponen dasar asuransi
Asuransi ditopang oleh dua komponen dasar, siapapun yang hendak menggunakan jasa asuransi sebaiknya mencermati dua item tersebut dibawah ini:

a)Polis; Perjanjian yang berisi kesepakatan antara pihak tertanggung dengan penanggung berkenaan dengan risiko yang hendak dipertanggungkan.

Polis memuat segala aturan tentang asuransi. Sifat aturannya mengikat kedua belah pihak yang telah bersepakat untuk melakukan kerjasama. Sebagai pengguna (tertanggung) hendaknya mencermati dengan teliti segala item yang terdapat dalam polis tersebut, terutama untuk item Hak dan Kewajiban kedua belah pihak.

b)Premi; Sejumlah uang yang harus dibayar oleh tertanggung guna mendapatkan perlindungan atas objek yang dipertanggungkan.

Bagaimana asuransi bekerja?
Perusahaan menyediakan jasa penanggulangan resiko sedangkan pengguna jasa berkewajiban atas sejumlah premi yang telah disepakati sebelumnya. Dengan begitu; kedua belah pihak terikat kedalam suatu aturan (Polis) yang disepakati secara bersama-sama.

Seberapa pentingkah ber-Asuransi?
Asuransi sama pentingnya dengan upaya mencegah, meminimalkan, dan menghindari resiko kerugian yang tidak terprediksi pada masa yang akan datang. “Ibarat sedia payung sebelum hujan”.

Untuk apa ber-Asuransi?
Mengalihkan resiko tak terduga pada pihak lain.

Benarkah orang berpendapatan rendah tidak tersentuh Asuransi?
Asuransi sangat erat kaitannya dengan kehidupan ekonomi masyarakat sehari-hari. Dewasa ini, asuransi telah mencakupi segala lapisan masyarakat. Meski begitu, masih banyak juga masyarakat yang tidak tahu jikalau jasa asuransi telah menjadi bagian ril dari kegiatan ekonomi mereka sehari-hari. Contoh konkret; Jasa angkutan umum (kereta api, bus, kapal, pesawat terbang, dll).

Umumnya, jenis asuransi yang biasa didapati pada tiket-tiket jasa transportasi adalah asuransi jiwa. Dengan membayar sekian ribu rupiah saja, keselamatan jiwa siapapun telah dipertanggungkan. Namun, ada juga sebagian orang yang memandang sebelah mata terhadap peran dan fungsi asuransi.

Sebetulnya; faktor pengetahuan yang minim tentang asuransi sajalah yang menjadikan masyarakat enggan untuk berasuransi.

Tips bijak memilih asuransi
1) Pilih sesuai dengan kebutuhan
Asuransi adalah produk jasa, ada banyak jenis jasa yang ditawarkan oleh asuransi dewasa ini. Oleh sebab itu, seorang calon pengguna jasa asuransi yang bijak sepatutnya memahami secara terperincih tentang jenis jasa apa saja yang menjadi kebutuhannya.

2) Jangan sungkan untuk berkonsultasi
Konsultasi dapat dilakukan dengan siapapun selama yang bersangkutan memiliki pemahaman yang baik tentang asuransi, cara kerja asuransi, dan jenis-jenis produk asuransi yang telah ada.

Umumnya, perusahaan asuransi telah menyediakan jasa konsultasi bagi siapapun yang hendak mengetahui informasi seputar asuransi.

3) Tidak ada salahnya memperbandingan produk layanan!
Setiap perusahaan asuransi memiliki spesialisasi produk. Konsumen sendiri memiliki kebebasan secarah penuh untuk memilah, memilih, dan memutuskan. Kapan, apa, dan kepada siapa ia hendak membeli?.

4) Cermati baik-baik aturan pertanggungan (Polis) serta jumlah Premi yang mesti anda bayarkan secara berkala.
Pahami cara kerja Polis serta besaran beban premi yang menjadi tanggungan anda sebelum melakukan penandatanganan kontrak pertanggungan dengan pihak pengelola Asuransi. Dengan begitu, anda dapat terhindar dari resiko gagal bayar dikemudian hari.

Sabtu, 29 Agustus 2009

Sajak "Klise dan seksi"

Analog terlampau rumit dipergunakan akhir-akhir ini
Barangkali, orang-orang terlampau sering berhadapan dengan kekerasan, makanya suka yang lunak-lunak

Barangkali juga terlampau banyak yang mesti dipencet-pencet, sedangkan jari tangan cuma sepuluh batang

Kalau ada yang simpel, mengapa susah-susah!
Kalau ada yang cepat, kenapa tidak!

Korupsi, masalah klise
Pendidikan, alasan klise
Kemiskinan, persoalan klise

Sekarang jamannya digital, Orang tidak tertarik lagi dengan klise
Barangkali, Klise sepatutnya jadi pajangan saja
Dengan begitu nilai jualnya menjadi mahal
Oleh karena itu pula, ia tampak seksi dimata orang-orang

Korupsi, seksi!
Pendidikan, seksi!
Kemiskinan, seksi!
Terlalu...!

21-08-09, malang

Cerpen "Stigma"

Oleh: Sam-ka

Suatu senja, ketika langit sore yang merona berganti dengan gelap, menjalar dengan cepat keseluruh daratan disebelah timur. Alam menggulung terang, berganti gelap dalam kurun waktu yang singkat. Lampu-lampu disetiap rumah-rumah berkadip-kedip untuk pertama kalinya hari itu, mula-mula seperti nyala kunang-kunag dari kejauhan, berselang beberapa saat kemudian, lampu-lampu itu berpijar laksana gugusan bintang dimalam hari pada pertengahan musim kemarau.

Kota menjadi sangat menawan dalam balutan malam dan embun tipis yang berpadu dengan sinar-sinar mungil dari ribuan bola kaca yang menebar pijar keseluruh pelosok kota. Tiang-tiang lampu antik peninggalan rezim yang telah lampau menggantung bola-bola cahaya itu menyusuri jalan protokol, memanjang menyerupai sungai cahaya yang menghubungkan sisi barat dan sisi timur kota. Kota tua yang menyimpan banyak kenangan. Kenangan antara pribumi dan para penjelajah samudra dari arah barat kota, orang-orang dengan kebiasaan hidup menjarah dan menjarah.

Lalu lintas tampaknya lancar malam ini.

Sambil menghisap dalam-dalam sepuntung rokok untuk menghangatkan badan, sosok itu bergerak menuruni lereng bukit dibantu dengan nyala api kecil yang bersumber pada korek bermerek impor kesayangannya. Hampir sebulan sekali ia mengunjungi tempat-tempat yang berdaratan tinggi untuk melepas segala penak yang mengisi rutinitas sehari-harinya yang padat dengan aktifitas.

Kadang-kadang ia mencelah diri sendiri atas segala rutinitas hidupnya yang cukup membosankan, kerja keras demi penghidupan yang lebih layak, tapi setelah yang dicita-citakannya sejak dahulu telah ia capai. Seiring dengan perjalan waktu, sesuatu yang lain justru menghampiri tatkala puncak kejayaan semakin dekat untuk ia raih. Hidup hambar tampa gairah, kehilangan yang tak tergantikan. Seperti itulah kira-kira hidup yang ia jalani saat ini.

“Sial!, hapir seluruh hidupku habis hanya untuk mengejar uang dan uang. Mengejar kemewahan yang sebetulnya hanya perwujudan lain dari kualitas hidup yang murahan”.

Dalam kesal ia terus saja menuruni bukit menuju lereng. Nafasnya tidak beraturan akibat bau lembab tanah serta aroma lumut yang tumbuh liar diatas bebatuan yang tandus menusuk-nusuk kedalam hidungnya, bau seperti itulah yang paling ia benci. Bau busuk tanah seakan berkata padanya jikalau maut telah semakin dekat hingga kedalam ubun-ubunnya. “Sebentar lagi!, dan pasti akan datang, mungkin dalam waktu yang tidak begitu lama lagi, tubuhnya akan terbujur kaku, sekaku peti mati yang akan menghantarkan dirinya ketanah peristirahatan. Barangkali telah ada belatung yang menunggunya disana”.

Betapa sendirinya aku!, barangkali tidak seorangpun yang berkabung dengan kepergianku nantinya?.

Minggu, 09 Agustus 2009

Sajak "Andai Aku Presiden"


Andai Aku Presiden
Oleh; Sam-ka

Masa Kampanye...

Andai Aku jadi presiden, kubangun jalan yang luas seperti samudra Hindia pada lajur kiri dan samudra Pasifik pada lajur kanan, biar ngak macet lagi

Andai aku jadi presiden, kubuka lapangan kerja seluas-luasnya, biar tidak pengangguran lagi

Andai aku jadi presiden, kudirikan sekolah yang banyak, biar tidak putus sekolah lagi

Hei kalian! Dukung saya jadi presiden



Visi-misi

Andai aku presiden, kubelah Jakarta menjadi beberapa ribu bagian, setelah itu kubagi ke semua pulau dengan adil

Andai aku presiden, kutanam padi, jagung, dan tela diatas gedung-gedung percangkar langit, ketika masa menuai tiba, hasil pastilah jatuh kebawah menjangkau semua orang, tinggal menengadakan tangan saja.

Andai aku presiden, kugali emas, minyak, batu permata dan segala isi bumi pertiwi, setelah itu kusodorkan kehadapan semua orang biar tiap-tiap orang mendapat haknya

Makanya! Pilihlah saya jadi presiden



Perhitungan Suara

A-n-d-a-i a-k-u p-r-e-s-i-d-e-n

Ah sudahlah!, toh aku ini bukan presiden

08-08-09, Malang

Sabtu, 25 Juli 2009

“Keraguan & Kegelisahan”

“Keraguan & Kegelisahan”

Keraguan, jembatan menuju keyakinan

Jembatan yang teramat indah!

Kegelisahan, jembatan menuju ketenteraman

Jembatan yang teramat kokoh!


Keraguan ibarat rumah yang teramat indah, Namun amat buruk untuk ditinggali

Kegelisahan ibarat kastil berlapis baja, Namun amat tidak nyaman untuk didiami

Keraguan dan kegelisahan dibutuhkan pada waktu-waktu tertentu.

Namun, amat tidak baik memelihara keduanya dalam jangka waktu yang lama

Malang, 05-07-09

Kamis, 02 Juli 2009

Parodi

Kontrak politik
Oleh; Sam-ka

Akhir-akhir ini kata-kata kontrak terlalu bising ditelinga saya. Tapi tidak tahulah dengan para pembaca. Pemilik rumah tempat saya tinggal saat ini mengultimatum saya tentang beberapa minggu lagi kontrakan saya expired. Perusahan tempat saya bekerja pun tidak terlalu jauh berbeda, bulan depan masa kontrak saya selesai, berarti bulan depan saya adalah penganguran. Cukup mengenaskan. Duh…betapa tidak mengenakkannya terikat oleh sesuatu yang bernama kontrak.

Kalau tetangga saya ceritanya lain lagi, sibuk memperpendek status pernikahan mereka yang baru akan kadar luarsa dua bulan mendatang. Hal itu saya ketahui, setelah menerima secarik kartu undangan tadi malam.

Ceritanya begini, Mr. Kontrak dan Mrs. Kontrak terlibat dalam kepartaian yang berbeda, oleh karena alasan kontrak pula Mr. dan Mrs. Kontrak membubarkan kontrak keluarga mereka yang telah berjalan sejak 20 tahun silam. Lucunya lagi, mereka menamakan kontrak itu “Kontrak Lima Tahun”. Hua…ha…ha. Namanya lucu, seperti wajah Mr dan Mrs Kontrak yang tercetak pada kartu undangan. Lucu dan imut-imut, kartu itu sampai kusut-kusut aku cubiti dan perutku sampai sakit menertawakan wajah-wajah yang tercetak disitu.

Kalau dengar-dengar dari kabar angin, mereka telah bersepakat untuk membuat kontrak. Persisnya kurang lebih seperti ini; Lima tahun mendatang, kontrak keluarga baru boleh dilanjutkan. Lah bagaimana kalau hidupnya keburu game over?, wajah sudah bauh tanah begitu. Tapi tidak tahulah kalau mereka sudah mengadakan kontrak dengan Tuhan. Ah… dasar Mr. dan Mrs. Kontrak, segalanya tergantung kontrak.

Bagaimana kalau kukontrak saja putrinya yang cantik jelita itu? sapaku saat tidak sengaja berpapasan dengan mereka tadi pagi. Mr. dan Mrs. Kontrak cuma senyum-senyum kecil, tampaknya mereka telah sepakat kalau kontrak baru bole diadakan setelah lima tahun mendatang. Aih itu waktu yang terlalu lama bagi bujang lapuk seperti saya.

Sorenya. Mr dan Mrs Kontrak terlibat uring-uringan kesetiap rumah warga. Tentunya dalam kelompok yang berbeda. Kamar kontrakan saya pun tak luput dari uring-uringan mereka. Untungnya saya pandai bersilat lidah, mereka sama-sama hendak membuat kontrak. Ah… kutepis saja kontrak itu sebab menerutku tidak menguntungkan. Kontrak yang menguntungkan bagiku adalah putri semata wayang mereka yang cantik jelita itu. Adu mulutpun terjadi

Ciah…Ikan terbang meloncat kepiring

Hia…Kutangkis dengan jurus Buaya keroncongan sehabis bersemedi seratus tahun

mmm…sapu jagat tebar pesona diatas cakrawala

sss…Lubang hitam menjelma menjadi lubang angin. Tu..u..u..t.

Kulihat Mr Kontrak senyum-senyum sebelum pergi, begitu juga dengan Mrs Kontrak yang datang kira-kira satu menit setelah kepergian Mr. Kontrak. Kupikir mereka sempat berpapasan dipekarangan rumah kosku. Semoga saja dunia persilatan tidak lahir dipekaranan yang sempit itu. Aih… itu kan urusan mereka, ngapain pikirin? kayak tidak punya kerjaan saja. Lah saya kan sebentar lagi kehilangan pekerjaan!.

Masih menurut kabar angin. Kejadian-kejadian lucuh dan aneh banyak terjadi. Lucunya kira-kira sama persis dengan wajah mereka pada kartu undangan yang kuceritakan tadi, anehnya Mr. dan Mrs Kontrak yang selama ini dikenal sebagai Icon harmonis kompleks, tiba-tiba saja terlibat gontot-gontotan yang luar biasa sengit. Semua orang jelas saja pada bertanya-tanya, yang ditanya pun bertanya pula, tidak terkecuali saya. Ah…, timbul pula ide untuk menamai kompleks tempat saya tinggal dengan nama Kompleks Tanya. Mau tanya apa? Silahkan. Mau tanya siapa? Monggo. Apa dan siapa saja boleh! Yah…Negara kita kan Negara demokrasi.

Beberapa minggu setelah masa uring-uringan Mr dan Mrs Kontrak selesai, kabar angin berhembus sedap kerumah kontrakanku. Mr dan Mrs. Kontrak membatalkan “Kontrak Lima Tahun” mereka dengan alasan yang sepeleh. Mereka tidak terpilih oleh kontrak, tentunya secara otomatis kontrak keluarga yang sempat terhenti selama beberapa hari kembali berlaku. Itulah hebatnya Mr dan Mrs Kontrak, apa saja adalah kontrak. Barangkali lewat depan rumahnya pun harus ada kontrak terlebih dahulu. Mau ngobrol harus kontrak dulu, terlebih lagi kalo mau dekatin putrinya.

Kocaba menghibur mereka dengan kontrak yang lain (maksudku, kontrak dengan putrinya yang sempat terbahas beberapa hari yang lalu) berharap supaya keceriaan mereka tidak tenggelam kedalam jurang kekecewaan, hitung-hitung kelak dapat tumpangan gratis dirumah mereka. Ternyata!, saya ditepis seperti seekor lalat dengan telunjuk Mr dan Mrs. Kontrak. Duh…betapa kecilnya saya dihadapan mereka.

Kutanya tentang Fit & Propertis, sebab kulihat putrinya tampak senyum-senyum padaku. Jelas saja senyum-senyum!, wajah kece seperti Leonardo Decaprio ini, Siapa sih yang tidak kesemsem?. Ehem…Bukannya muji diri lo…! tapi faktalah yang berkata demikian. Lebih dan kurangnya, saya adala seorang pejantan tangguh. Rambo yang tenar dan tangguh itu tentulah tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan saya (wong saya memang tidak memiliki apa-apa yang dapat disbanding-bandingkan dengan Rambo yang berwajah sangar dengan otot-otot berurat mirip parieses itu).

Kulihat keadaan sepertinya sudah tidak berpihak padaku, kutinggalkan saja mereka sambil menertawakan diri sendir. Hampir saja nama saya berubah menjadi Sir. Kontrak. Untung saja, usulan kontrak saya tidak diterima

Hua…ha…ha. eh!,

Uhuk…uhuk… sepertinya ada nyamuk yang menyelinap kedalam mulutku.


Saran-saran
1. Bagi para buruh kontrak, terus berjuang tanpa kenal letih dalam mempejuangkan nasib-nasib anda, sory kawan! saya hanya mampu membantu secara moril, soalnya nasib saya (tinggal satu bulan lagi status saya adalah pengangguran) jauh lebih menghawatirkan ketimbang saudara-saudara proletar sekalian. Hidup proletar!

2. Bagi yang gemar melakukan kontrak, lihat-lihat dong sikon-nya. Tapi jangan marah yah?, jikalau saya memanggil ada sebagai Mr. atau Mrs Kontrak.

3. Ter-untuk buat Mr dan Mrs Kontrak, ketika mau mengadakan kontrak, Please…Undang saya dong!, siapa tau saja suasana kontraknya tidak jauh beda dengan suasana lelang-melelang. Saya kan juga punya kesempatan yang sama dengan anda untuk melelang sesuatu yang berharga pada diri saya. Persoalan apa yang mau dilelang kan terserah orangnya mau lelang apa?. Hidup demokrasi!

4. Bagi yang pusing (takut kalah) sampai harus uring-uringan. Jangan terlalu ribut dong!, bisa-bisa anda ditertibkan oleh mang hansip berbaret jengkol. Senyumnya silau dari kejauhan, terlebih lagi bicaranya menusuk-nusuk seperti jarum. Apalagi tangannya itu loh, ampun deh! Kasarnya amit-amit

5. Ah…bagian ini yang paling penting. Bagi para saksi kontrak, buka mata anda lebar-lebar dong!, jangan terlalu sering berkedip-kedip. Obat tetes mata mahal harganya!.




Labels